PROFIL KUDU SEKOLAH KABUPATEN PEKALONGAN



Pada tahun 2018 berdasarkan hasil verifikasi dan validadi (verval) data Basis Data Terpadu bahwasanya jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Kab.Pekalongan sebanyak 4.346 anak. Permasalah ATS ini menjadi perhatian serius mengingat hal tersebut sangat mempengaruhi capaian IPM di Kabupaten Pekalongan karena terkait dengan indikator-indikator pendukungnya.

Dalam mengatasi permasalahan tersebut, perlu upaya penanganan ATS secara terstruktur dan terencana agar anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah Melalui sinergitas pemerintah provinsi (pemprov), pemerintah kabupaten (pemkab), Stakeholder (pemangku kepentingan, CSR, serta masyarakat peduli dapat mampu membangun komitmen dan kesepakatan bersama dalam penanganan ATS di Kabupaten Pekalongan.

Berdasarkan hal tersebut, Pemkab Pekalongan menginisiasi Gerakan KUDU SEKOLAH (Kembali Upayakan Dukungan Untuk Sekolah). Adapun caranya dengan mengupayakan pengembalian anak usia sekolah yang tidak sekolah, memastikan anak yang sudah kembali bersekolah untuk menyelesaikan pendidikan serta melanjutkan pendidikan sesuai tingkatan pendidikannya melalui jalur pendidikan formal dan non formal.

Gerakan ini mulai dicanangkan pada tanggal 2 Mei 2019 yang selanjutnya menjadi ikhtiar seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam menurunkan jumlah ATS di Kab. Pekalongan. Berdasarkan implementasi program inisiatif progresif diperoleh pembelajaran yakni masih terbatasnya pengetahuan atau publikasi bagi masyarakat maupun stakeholder mengenai program ini.

Berdasarkan pengalaman dan pembelajaran tersebut, pemerintah Kabupaten Perkalongan menyusun Buku Profil Gerakan KUDU SEKOLAH (Kembali Upayakan Dukungan Untuk Sekolah). Kami berharap dengan adanya buku tersebut mampu memberikan kontribusi pada pelaksanaan penanganan anak-anak tidak sekolah di daerah yang selanjutnya dapat memberikan dampak dan manfaat yang positif bagi pemerintah daerah sendiri, dan terutama kepada masyarakat.