Participatory Land Use Planning/PLUP-Fase Persiapan Program Peningkatan Kapasitas Sosial Ekonomi Masyarakat dalam Beradaptasi Perubahan Iklim.

Proyek kemitraan Mercy Corps Indonesia (MCI) dan Earthworm Foundation (EF) Indonesia, bersama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam penanganan banjir dan rob merupakan contoh konkret bagaimana pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dapat bekerja sama secara kolaboratif untuk membantu Indonesia mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dan tujuan penanganan perubahan iklim,
Pertengahan tahun 2021, Mercy Corp Indonesia (MCI) dan Earthworm Foundation Indonesia (EFI) bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengawalinya dengan mengembangkan program peningkatan kapasitas sosial-ekonomi masyarakat dalam beradaptasi perubahan iklim. Program ini diharapkan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas sosial ekonomi masyarakat pada beberapa desa di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Pada fase persiapan program, Tim MCI-EFI melakukan komunikasi dan koordinasi pada masing-masing pemerintahan desa, dilanjutkan dengan kajian wilayah secara cepat untuk mendapatkan kontak person, calon kader local potensial, gambaran tata guna lahan desa, hingga potensi dan masalah wilayah desa. Melalui Tim RRA, hasil kajian dipresentasikan pada setiap kepala desa/pamangku kunci tingkat desa, dan
dilanjutkan dengan penyelenggaraan workshop Perencanaan Tata Guna Lahan Partisipatif
Konteks
Perubahan iklim yang terjadi di Kabupaten Pekalongan baik hulu, tengah dan hilir sedikit banyak telah berdampak dari ringan, sedang dan berat. Dampak serius banyak terjadi di wilayah hilir Kabupaten Pekalongan, akibat banjir dan rob yang menyebabkan perubahan bentang alam (tutupan lahan), seperti meluasnya lahan sawah dan tambak tergenang, rusaknya rumah dan lingkungan permukiman, rusaknya infrastruktur dan jaringan jalan, terganggunya fasilitas publik seperti kantor desa dan pemerintahan, fasilitas pendidikan, kesehatan hingga perkantoran. Situasi ini menyebabkan hilangnya sebagaian sumber mata pencahataian masyarakat dan beralihnya beberapa jenis pekerjaan masyarakat terutama yang terkait dengan pengelolaan sumberdaya alam yang sensitive terhadap perubahan iklim. Situasi ini menyebabkan
meningkatnya kelompok rentan di wilayah hilir Kabupaten Pekalongan, seperti Desa Jeruksari dan beberapa desa di sekitar Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan.
Dampak cukup serius perubahan iklim wilayah tengah, seperti di Desa Jolotigo dan Batursari serta beberapa desa di sekitar Kecamatan Talun dan Doro Kabupaten Pekalongan, banyak ditandai dengan tidak menentunya musim penghujan dan kemarau, banyaknya hama pertanian, sehingga berdampak pada semakin tidak menentunya penghasilan masyarakat dari sektor petanian.
Sementara dampak perubahan iklim di wilayah hulu, situasi yang paling dirasakan selain apa yang terjadi di bagian tengah adalah banyaknya kasus longsor dan banjir, hujan ektrim yang merusak lahan pertanian dan kebun masyarakat, sehingga berdampak pada menurunnya sumber penghasilan masyarakat, sehingga menyebabkan menurunnya kualitas kesejahteraan masyarakat dan meningkatnya kerentanan kelompok masyarakat.
Desa Sasaran
- Daerah hilir, adalah Desa Jeruksari Kec. Tirto
- Daerah tengah, meliputi Jolotigo dan Batursari Kec. Talun
- Daerah hulu, meliputi Kayupuring, Yosorejo, Tlogohenro dan Simego Kec. Petungkriyono.
Waktu, Tempat dan Lokasi PLUP
Pelaksanaan PLUP diselenggaran pada September hingga Desember 2021 di masing-masing desa, yang dihadiri dari perwakilan masyarakat, lembaga desa dan pemerintah desa.
Hasil
1. Sumberdaya Alam yang Sensitive terhadap Perubahan Iklim
2. Perubahan Tutupan Lahan
3. Zonasi Wilayah
4. Isu Strategis Wilayah Antar Desa dan Sebarannya
5. Arahan Strategi Pengembangan Wilayah Antar Desa
Berangkat dari proses yang sudah dilaksanakan, kedepan Mercy Corp akan mengagendakan :
• Project percontohan pengembangan model bisnis inovatif di wilayah kabupaten Pekalongan khususnya di desa prioritas berisiko tinggi (berdasarkan hasil identifikasi dari kajian risiko iklim dan kajian dampak oleh ZFRA)
• Membangun dan mengembangkan model model bisnis yang inovatif dan berketahanan iklim serta telah teruji (yang mewakili landskap pesisir dan DAS) termasuk analisis pasar sehingga siap untuk ditingkatkan dan direplikasi di wilayah yang lain.